SEMARANG — Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat langkah strategisnya dalam mengakselerasi edukasi sains bereputasi internasional. Melalui gelaran UNDIP Global Classroom (UGC) bertajuk “Advanced Medical Radiation Dosimetry for Medical Physicist”, Departemen Fisika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP sukses menghadirkan pakar dosimetri radiasi terkemuka dari Hospital Sultan Abdul Aziz Shah (HSAAS), Universiti Putra Malaysia (UPM), Dr. Noramaliza Mohd Noor.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif pada Senin, 25 Mei 2026 mulai pukul 07.30 WIB ini dipandu oleh pakar Fisika Medis UNDIP, Dr. Choirul Anam, S.Si., M.Si. selaku Penanggung Jawab (PIC). Diskusi virtual melalui platform Zoom Meeting ini diikuti secara antusias oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa S1, S2, dosen, hingga fisikawan medis klinis dari berbagai rumah sakit di Indonesia.
Krusialnya dosimetri radiasi dalam dunia medis
Dalam paparannya, Dr. Noramaliza Mohd Noor, PhD yang bertugas di Medical Physics Section HSAAS UPM menguraikan secara mendalam peran vital dosimetri radiasi modern. Dosimetri medis bukan sekadar ilmu mengukur kuantitas radiasi, melainkan disiplin yang memastikan setiap paparan radiasi yang diterima pasien dalam prosedur diagnosis maupun terapi berada pada tingkat yang paling presisi dan aman.
Dr. Noramaliza menekankan bahwa fisikawan medis memegang peran kunci dalam memastikan kesesuaian antara kalkulasi dosis teoretis dengan penerapan riil di ruang tindakan medis. Dengan kompleksitas modalitas radiasi terkini—seperti CT scan, fluoroskopi intervensi, hingga radioterapi presisi tinggi—metode dosimetri tingkat lanjut menjadi pondasi yang tidak dapat ditawar.
Sinergi antar-bangsa dan penguatan kurikulum global UNDIP
Sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. Anam berlangsung sangat dinamis. Para peserta memanfaatkan kesempatan emas ini untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai tantangan praktis di lapangan, seperti tantangan dosimetri pada pasien pediatrik, kalibrasi alat ukur radiasi, hingga pemanfaatan perangkat lunak simulasi Monte Carlo dalam perhitungan dosis.
Program UNDIP Global Classroom (UGC) ini sekaligus menjadi bukti nyata dari komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung visi “Diktisaintek Berdampak” serta slogan “UNDIP Bermartabat & Bermanfaat”. Dengan secara konsisten mendatangkan pakar dari institusi dunia seperti UPM Malaysia, UNDIP membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan Fisika Medis yang unggul, berdaya saing global, dan siap menjawab tantangan teknologi kesehatan masa depan.