Fisika UNDIP Hadirkan Pakar Fisika Medis Malaysia dalam UNDIP Global Classroom (UGC)

SEMARANG — Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan posisinya sebagai pendidikan tinggi berkelas dunia. Melalui program UNDIP Global Classroom (UGC) 2026, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) sukses menyelenggarakan mimbar akademik internasional dengan menghadirkan pakar Fisika Medis asal Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Noor Diyana Osman.

Inisiatif strategis ini diprakarasai oleh pakar Fisika Medis UNDIP, Dr. Choirul Anam, selaku Penanggung Jawab (PIC) program ini. Mengusung semangat “UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat”, program ini digelar secara berseri pada 19 dan 26 Mei 2026 via platform Zoom, menyedot perhatian mahasiswa, akademisi, hingga praktisi Fisika Medis dari berbagai penjuru tanah air.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan dosen luar negeri di depan layar, melainkan langkah transformatif untuk melatih mahasiswa kita agar berpikir dengan standar global, memahami keselamatan radiasi tingkat tinggi, serta siap menjadi pemimpin di bidang teknologi medis,” ujar Dr. Choirul Anam di sela-sela kegiatan.

 

Mengupas tuntas teknologi floroskopi & radiologi intervensi

Pada sesi perdana yang berlangsung Selasa (19/5), Dr. Noor Diyana Osman—yang merupakan akademisi senior dari Pusat Kanser Tun Abdullah Ahmad Badawi (PKTAAB), Universiti Sains Malaysia (USM)—membawa materi bertajuk Advanced Diagnostic and Interventional Radiology Physics. Beliau membedah bagaimana teknologi floroskopi modern telah berkembang pesat dari sistem konvensional menuju teknologi Flat Panel Detector (FPD).

Dalam paparannya, Dr. Diyana menjelaskan bahwa penggunaan FPD mampu menghasilkan gambar organ dalam secara real-time dengan tingkat ketajaman yang jauh lebih tinggi namun tetap menekan paparan dosis radiasi terhadap pasien secara signifikan. Berbagai prosedur medis kritis seperti kardiologi intervensi, pemasangan ring jantung (stenting), hingga pemetaan pembuluh darah (angiography) dikupas dari sudut pandang fisika medis yang presisi.

 

Rahasia deteksi dini kanker payudara lewat mamografi modern

Tak kalah menarik, sesi kedua yang digelar pada Selasa (26/5) berfokus pada teknologi mamografi dan keselamatan radiasi lanjutan. Dr. Diyana membeberkan pentingnya pemahaman fisika dasar dalam deteksi dini kanker payudara. Penggunaan spektrum sinar-X energi rendah (20–35 kVp) dengan kombinasi target-filter khusus menjadi kunci utama untuk menghasilkan kontras gambar jaringan lunak yang optimal.

Salah satu daya tarik utama diskusi ini adalah pembahasan teknologi Digital Breast Tomosynthesis (DBT) 3D. Teknologi inovatif ini terbukti mampu meningkatkan akurasi deteksi lesi kanker payudara hingga 43 percent dibandingkan metode mamografi konvensional, karena sanggup mengatasi kendala penumpukan jaringan payudara (tissue overlapping).

Dinamika diskusi dan dampak nyata bagi mahasiswa

Suasana kuliah umum virtual ini berlangsung sangat hidup. Puluhan peserta aktif melemparkan pertanyaan krusial, mulai dari tata cara perhitungan dosis kulit maksimum pada pasien yang menjalani operasi panjang, optimasi pencitraan pada pasien obesitas, hingga jaminan kualitas (Quality Control) perangkat radiologi rumah sakit.

Kehadiran UGC 2026 tidak hanya memperkaya wawasan teori mahasiswa di kelas, tetapi juga menjembatani kurikulum akademis dengan standar praktik klinis internasional di rumah sakit modern. Ke depan, kolaborasi antara UNDIP dan USM Malaysia ini ditargetkan berkembang ke arah penelitian bersama (joint research) serta publikasi ilmiah bereputasi global.