Departemen Fisika UNDIP Gelar “UNDIP Global Classroom” Bahas Perkembangan X-ray CT

SEMARANG — Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menyelenggarakan kegiatan akademik internasional bertajuk UNDIP Global Classroom (UGC). Acara ini mengangkat topik “X-ray CT Fundamentals” yang mengupas secara mendalam dasar-dasar, simulasi, hingga perkembangan teknologi Computed Tomography (CT). Kegiatan yang digelar secara tatap muka (offline) di Ruang K102 FSM UNDIP ini berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 09.20–11.00 WIB.

 

Menghadirkan pakar internasional

Dalam gelaran UGC kali ini, Departemen Fisika UNDIP menghadirkan pakar terkemuka di bidang Applied Physics dan Medical Imaging, Prof. Geoff Dougherty dari California State University Channel Islands, Amerika Serikat, sebagai narasumber utama. Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Dr. Choirul Anam, pakar Fisika Medis dari UNDIP yang bertindak sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Prof. Geoff Dougherty menjelaskan prinsip dasar rekonstruksi citra pada mesin CT Scan. Beliau memaparkan konsep analogi pembagian irisan tubuh pasien yang menyerupai ‘potongan roti’ (slice-based imaging) serta bagaimana sinar-X bergerak mengelilingi pasien untuk mengukur tingkat attenuasi (ray sums) yang kemudian ditransformasikan menjadi satuan Hounsfield Units (CT Numbers).

Selain dasar teoretis dan simulasi perangkat lunak (CTSim), materi perkuliahan juga mencakup sejarah evolusi mesin CT Scan—mulai dari First Generation (pencil beam) hingga Fourth Generation dengan stationary detector ring. Lebih jauh, Prof. Geoff memaparkan faktor-faktor penentu kualitas citra (contrast, spatial resolution, noise) serta penanganan berbagai image artifacts seperti motion artifact, beam hardening, dan ring artifacts yang sering dijumpai dalam praktik klinis.

 

Komitmen UNDIP menuju Pendidikan bertaraf internasional

Program UNDIP Global Classroom ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Fisika FSM UNDIP untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bereputasi internasional. Melalui interaksi langsung dengan pakar dunia, para mahasiswa dan peneliti diharapkan dapat memperluas wawasan akademik serta memperkuat riset di bidang fisika medis dan pencitraan diagnostik di Indonesia.