Teropong sederhana adalah alat optik berlensa cembung yang dirakit 33 siswa kelas VII SMP Tahfidzul Qur’an Pangeran Diponegoro di Semarang bersama dosen Fisika UNDIP. Kegiatan pada Kamis, 8 Oktober 2026 itu menghasilkan teropong dengan perbesaran sudut sekitar 3,75 kali.
Pelatihan Teropong Sederhana di SMP Pangeran Diponegoro
Pelatihan pembuatan teropong berbasis lensa positif sebagai media pembelajaran IPA ini digelar di Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang. Pesertanya terdiri atas 33 siswa kelas VII dan dua guru. Tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, memakai pendekatan praktik langsung. Siswa mengenal dasar optika sambil merakit dan memakai alatnya sendiri.
Ali Khumaeni menjadi koordinator kegiatan bersama Profesor Wahyu Setia Budi, Asep Yoyo Wardaya, dan Ketut Sofjan Firdausi. Lima mahasiswa Fisika UNDIP mendampingi peserta saat merakit dan menguji alat. Bapak Ibnu mewakili sekolah membuka acara. Ketut Sofjan Firdausi memaparkan konsep dasar optika, sedangkan Ali Khumaeni dan Asep Yoyo Wardaya memandu demonstrasi perakitan.
Cara Kerja Teropong Sederhana dari Dua Lensa Cembung
Alat ini memakai dua lensa cembung dengan panjang fokus berbeda. Lensa berfokus 30 sentimeter berfungsi sebagai lensa objektif, sedangkan lensa berfokus 8 sentimeter menjadi lensa okuler. Kombinasi keduanya menghasilkan perbesaran sudut teoritis sekitar 3,75 kali, atau mendekati empat kali.
Bahan lainnya murah dan mudah dicari, yaitu wadah bekas shuttlecock dan kertas karton. Siswa dibimbing bertahap, mulai dari mengenali karakteristik lensa, menyusun komponen optik, merakit tabung, hingga menguji alat. Setelah selesai, mereka langsung mengamati berbagai objek di sekitar sekolah.
Manfaat Pembelajaran Berbasis Praktik bagi Siswa dan Guru
Suasana workshop berlangsung interaktif karena siswa aktif bertanya dan mencoba hasil rakitan mereka. Pengamatan dan umpan balik peserta dalam laporan kegiatan menunjukkan praktik ini membantu siswa memahami sifat lensa cembung dan prinsip pembesaran bayangan. Siswa juga melatih keterampilan observasi, kerja sama, dan pemecahan masalah.
Bagi guru, kegiatan ini memperkenalkan alternatif media pembelajaran IPA yang ekonomis. Alat peraga tersebut mudah dikembangkan dan berpotensi dipakai terus-menerus di sekolah.
Luaran Kegiatan dan Rencana ke Depan
Program yang dipersiapkan sejak Agustus 2026 ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Luarannya berupa alat peraga dan buku panduan pembuatan teropong berlensa positif yang didokumentasikan sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Departemen Fisika berharap kolaborasi dengan sekolah berlanjut melalui workshop teknologi sederhana lainnya.
Sumber: informasi kegiatan ini berasal dari tim pengabdian Departemen Fisika FSM UNDIP. Profil kampus tersedia di situs Universitas Diponegoro.