Fisika UNDIP Kenalkan Teknologi Sinar-X dan Keselamatan Radiasi kepada Puluhan Siswa SMA Negeri 1 Mranggen Demak

Demak, 6 Mei 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Fisika Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Pelatihan dan Teknik Penanggulangan Bahaya Radiasi Sinar-X” di SMA Negeri 1 Mranggen, Kabupaten Demak. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 siswa-siswa kelas X dan XI ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai teknologi sinar-X, proteksi radiasi, serta budaya keselamatan radiasi sejak dini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesulitan siswa dalam memahami konsep dasar sinar-X, proses pembentukan radiasi, interaksi radiasi dengan materi, hingga penerapan proteksi radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran yang cenderung teoritis membuat materi terkait radiasi sering dianggap abstrak dan sulit dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, tim Fisika UNDIP memperkenalkan berbagai perangkat yang digunakan dalam bidang radiologi, seperti pesawat sinar-X, alat ukur radiasi, serta alat pelindung diri berupa apron timbal. Para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat sinar-X dalam bidang kesehatan, industri, dan keamanan, sekaligus memahami risiko yang dapat timbul apabila radiasi tidak digunakan sesuai prosedur keselamatan.

Acara dibuka Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mranggen, Ibu Puji Ningrum S.Pd., M.Pd. kemudian dilanjutkan oleh Zaenal Arifin, M.Si., F.Med., selaku ketua pelaksana yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk meningkatkan literasi sains masyarakat, khususnya terkait teknologi radiasi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai sektor. “Sinar-X merupakan teknologi yang sangat bermanfaat dalam dunia kesehatan dan industri. Namun, pemahaman mengenai manfaat dan risikonya harus diberikan secara seimbang. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan konsep dasar sinar-X, penggunaan alat radiologi, serta pentingnya penerapan prinsip proteksi radiasi kepada para siswa,” ujar Zaenal.

Setelah itu anggota tim Pengabdian, Prof. Eko Hidayanto memperkenalkan Program Studi Fisika dan peluang karier di bidang Fisika Medik kepada peserta. Eko juga menyinggung kegiatan riset dan layanan pada Kelompok Bidang Keahlian Fisika Radiasi dan Medik, Program Profesi Fisikawan Medik, serta keterkaitan ketiganya dengan pilar Tridharma: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dalam kesempatan tersebut, tim juga memperkenalkan Profesi Fisikawan Medik, yaitu tenaga profesional yang bertanggung jawab memastikan keamanan dan kualitas penggunaan radiasi di rumah sakit, khususnya pada radiologi diagnostik, radioterapi, dan kedokteran nuklir.

Sesi materi pertama disampaikan Dr. Pandji Triadyaksa, F.Med., yang menguraikan konsep dasar radiasi beserta pemanfaatannya di bidang medis, industri, dan penelitian. Ia menekankan dua asas keselamatan sebagai landasan etika penggunaan radiasi: justifikasi—setiap paparan harus memberi manfaat yang lebih besar daripada risikonya—dan optimasi—dosis harus ditekan serendah mungkin agar tujuan tercapai tanpa mengorbankan keselamatan.

Materi berikutnya, Evi Setiawati, M.Si., F.Med., mengulas bahaya radiasi pengion dan efeknya terhadap tubuh. Efek dapat bersifat akut maupun muncul tertunda, serta dibedakan menurut jenis sel yang terdampak, somatik maupun genetik. Dalam perspektif proteksi, ia menjelaskan pembedaan efek deterministik—muncul setelah melewati ambang dosis dan memburuk seiring peningkatan dosis—dan efek stokastik yang bersifat acak. Evi menggarisbawahi tiga prinsip proteksi yang praktis: meminimalkan waktu paparan, memaksimalkan jarak dari sumber, serta menggunakan perisai yang tepat, misalnya bahan berlapis timbal (Pb). Langkah penanggulangan bila terjadi kebocoran atau insiden turut dipaparkan sebagai prosedur kesiapsiagaan.

Sesi terakhir acara ini dipandu Zaenal Arifin melalui simulasi pengukuran dan deteksi sumber radiasi menggunakan detektor dan surveymeter. Peserta juga mempraktikkan penggunaan alat pelindung diri, antara lain apron berlapis timbal, untuk memahami standar kerja aman di lingkungan yang berpotensi terpapar radiasi. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik penggunaan surveymeter dan alat pelindung diri radiasi. Para siswa berkesempatan mencoba langsung apron berlapis timbal yang biasa digunakan di instalasi radiologi serta mengamati cara kerja alat deteksi radiasi yang digunakan oleh petugas proteksi radiasi dan fisikawan medik. “Saya baru tahu bahwa radiasi tidak selalu berbahaya jika digunakan sesuai prosedur keselamatan. Praktik menggunakan alat ukur radiasi menjadi pengalaman yang sangat menarik,” ujar salah seorang peserta.

Dalam kegiatan ini, terjadi diskusi interaktif yang memungkinkan siswa bertanya secara langsung mengenai penggunaan sinar-X dalam pemeriksaan medis, prinsip kerja alat radiologi, hingga cara melindungi diri dari paparan radiasi. Tim pengabdian juga mengenalkan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), yaitu upaya meminimalkan paparan radiasi serendah mungkin tanpa mengurangi manfaat penggunaannya. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak siswa menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi radiologi dan peluang pengembangan ilmu Fisika Medik yang berperan penting dalam mendukung pelayanan kesehatan modern.

Kepala SMA Negeri 1 Mranggen menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi Fisika UNDIP dalam memberikan wawasan baru kepada para siswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim Fisika UNDIP. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya keselamatan dalam pemanfaatan teknologi radiasi,” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Mranggen.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep sinar-X, manfaat dan risiko radiasi, serta pentingnya budaya keselamatan radiasi dalam berbagai bidang. Ke depan, Fisika UNDIP berkomitmen untuk terus melaksanakan program pengabdian yang mendukung peningkatan literasi sains dan teknologi di masyarakat serta memperkenalkan peran strategis Fisika dan Fisika Medik dalam kehidupan modern.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim pengabdian, guru, dan para siswa sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia