Selamat Kandidat Doktor Choirul Anam mendapat AAPM Awards

Diterbitkan :

Staf pengajar Departemen Fisika Undip, Choirul Anam, mendapat penghargaan internasional sebagai The Best Medical Imaging Article in 2016 dari AAPM (Asosiasi Fisikawan Medis Amerika). AAPM merupakan asosiasi ilmiah terbaik di dunia dalam bidang Fisika Medis yang menghimpun lebih dari 8.000 ilmuan fisikawan medis dari seluruh dunia, terutama dari Amerika.

Anam telah melakukan riset dan membuat sistem perhitungan dosis radiasi sinar-X pesawat CT Scan yang diterima pasien secara otomatis dari citra 3D dalam format DICOM. Tidak seperti sistem perhitungan dosis yang selama ini digunakan di dunia yang hanya memperhitungkan dosis keluaran pesawat dalam besaran volume CT dose index (CTDIvol), perhitungan yang dilakukan Anam juga memperhitungan ukuran tubuh dan komposisi tubuh pasien dalam suatu besaran water-equivalent diameter (Dw), sehingga dosis yang diterima setiap individu pasien dapat dihitung, yaitu dalam besaran size-specific dose estimate (SSDE). Dengan sistem ini, setiap pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan, dosis radiasi yang diterima dapat langsung dihitung secara akurat dan otomatis. Sebagaimana dilaporkan oleh banyak riset bahwa dosis radiasi akibat CT scan ini jauh lebih besar dibanding dosis sinar-X biasa antara 50-500 kali lipat, sehingga dosis ini perlu dipantau dengan baik sehingga dampak negatif berupa kanker dapat diminimalisasi.

Hasil riset ini kemudian dipublikasi di jurnal internasional yang sangat bereputasi, yaitu Journal of Applied Clinical Medical Physics yang merupakan salah satu jurnal AAPM, dengan judul "Automated Calculation of Water-equivalent Diameter (DW) Based on AAPM Task Group 220” (Journal of Applied Clinical Medical Physics, 2016; 17 (4) 320-333), dengan penulis: Choirul Anam, Freddy Haryanto, Rena Widita dan Geoff Dougherty. Artikel dengan link http://dx.doi.org/10.1120/jacmp.v17i4.6171 dapat diunduh secara gratis.

Berdasarkan hasil penelitian secara ketat oleh The JACMP Board of Editors, artikel tersebut dipandang memiliki kontribusinya sangat besar secara internasional untuk pemantauan dosis radiasi yang diterima oleh pasien secara akurat, cepat dan efisien, sehingga dipilih sebagai The Best Medical Imaging Article in 2016. Berdasarkan informasi dari Anam, bahwa dia telah menerima surat pemberitahuan dari panitia yang ditanda-tangani oleh ketua AAPM tentang hal ini pada 20 April 2017. Juga disampaikan bahwa penghargaan itu akan diumumkan pada AAPM Awards & Honors Ceremony, pada hari Senin, 1 Agustus 2017, di Colorado Convention Center, Amerika Serikat.

Ini merupakan penghargaan dunia pertama yang diperoleh ilmuan Indonesia dalam dunia Fisika Medis. Dengan penghagaan ini, Anam menyampaikan kepada paneliti Indonesia untuk terus berkarya dan selalu optimis, “meskipun kita memiliki banyak keterbatasan, baik dana dan fasilitas, namun dengan sedikit kreativitas dan optimisme, karya-karya kita akan diakui dunia. Kita tidak perlu mengutuk gelapnya malam karena berbagai keterbatasan, tetapi marilah menyalakan lilin yang akan menerangi dunia”.

Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, untuk selalu berkarya dengan inovasi-inovasi terbaik.

Kami keluarga besar Fisika Undip ikut bangga dan mendukung kesuksesannya.

Artikel terbaiknya bisa dbaca di  http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1120/jacmp.v17i4.6171/full