Mahasiswa Fisika UNDIP Memenangkan Hadiah 100 Juta Rupiah dalam Kompetisi TMLEnergy Green Challenge yang Digelar oleh Perusahaan TMLEnergy

Rabu, 10 Agustus 2018 tim   DESPER dari Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih Juara 1 Kategori Terobosan Produk untuk Aplikasi Listrik Energi Surya dalam Grand Final Kompetisi TMLEnergy Green Challenge. Hadiah yang diberikan kepada Pemenang Juara 1 Kompetisi TMLEnergy Green Challenge adalah uang senilai 100 juta rupiah. Kompetisi TMLEnergy Green Challenge digelar oleh perusahaaan TMLEnergy. Tim DESPER beranggotakan : Yoyon Wahyono (Fisika UNDIP 2013) sebagai ketua tim, Wisnu Indrawan (Fisika UNDIP 2014), Ragil Adi Nugroho (Fisika UNDIP 2015), Fajrul Falah (Fisika UNDIP 2015) dan Nurwarrohman Andre Sasongko (Kimia UNDIP 2015). Tim DESPER dibimbing oleh Prof. Dr. Heri Sutanto, S.Si, M.Si selaku Dosen di Departemen Fisika UNDIP.

 

TMLEnergy Green Challenge merupakan kompetisi bagi public untuk menyalurkan kreasi dengan tujuan menyelamatkan alam. Ada 3 kategori yang dilombakan yaitu Terobosan Produk untuk Aplikasi Listrik Energi Surya, Pengelolaan Air dengan Karakteristik TSS Tinggi dan Pengolahan Lumpur Sisa Air Tambang Sehingga Memiliki Nilai Tambah. Tim DESPER memilih kategori Terobosan Produk untuk Aplikasi Listrik Energi Surya. Karya yang mereka lombakan dalam Kompetisi TMLEnergy Green Challenge adalah DESPER (Destilator Super): Terobosan Produk Destilator Bertenaga Surya Berbasis Fotokatalis Lapisan Tipis ZnO dan Kompor Listrik yang dapat Mempercepat Proses Destilasi, Meningkatkan Kualitas Air dan Memberikan Hasil Samping Berupa Garam.

 

Permasalahan krisis air bersih di wilayah pesisir Indonesia menjadi latar belakang munculnya ide DESPER. Solusi yang pernah ada untuk mengolah air laut menjadi air bersih adalah MSF (Multi Stage Flash Distillation) dan RO (Reverse Osmosis). Namun, kelemahan dari kedua metode ini adalah memiliki biaya investasi yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif teknologi yang lebih murah dan memiliki kemampuan untuk mengolah air laut menjadi air bersih.

 

Destilasi konvensional dilakukan dengan cara menjemur air laut dibawah sinar matahari yang memicu terjadinya evaporasi dari air yang menguap dan mengembun, sehingga diperoleh air tawar. Namun, dalam penerapannya metode destilasi konvensional memerlukan waktu yang cukup lama serta banyak air yang jatuh kembali ke dalam wadah evaporasi pada saat proses pengembunan. Hasil samping dari destilasi air laut adalah garam.

 

Tim DESPER menggunakan sistem destilasi yang telah dimodifikasi pada alat DESPER. Panel surya dapat menghasilkan energi listrik dari energi cahaya matahari. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya digunakan untuk menyalakan kompor listrik. Energi panas dari kompor listrik ini digunakan untuk mempercepat proses destilasi air laut. Air laut yang dipanaskan menggunakan kompor listrik lebih cepat menguap karena memperoleh energi panas yang lebih besar daripada energi panas matahari. Penggunaan material fotokatalis lapisan tipis ZnO akan menjaga kualitas air hasil destilasi serta mempercepat gerak jatuh air ke dalam wadah penampung, sehingga meminimalisir air yang telah mengembun untuk jatuh kembali ke dalam wadah evaporator. Hasil olahan dari penggunaan produk DESPER ada dua yaitu air bersih dan garam.

 

Dibandingkan dengan MSF dan RO, produk DESPER memiliki keunggulan : 1) Biaya investasi lebih murah, 2) Lebih mudah untuk diaplikasikan dan ramah lingkungan, 3) Perawatan alat lebih mudah dan ekonomis, 4) Kecepatan destilasi tidak jauh berbeda, 5) Sama-sama dapat menghasilkan air bersih yang bebas dari mikroba, bakteri dan logam berat, 6) Alat ini dapat digunakan pada siang hari dan malam hari, 7) Alat ini dapat menghasilkan garam yang bisa dijual ke perusahaan industri garam beryodium, sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat pesisir.

 

Potensi pengembangan produk DESPER yaitu lapisan tipis ZnO dapat di doping dengan atom Ag, Co, N atau Al. Lapisan tipis ZnO:Ag, ZnO:Co, ZnO:N atau ZnO:Al memiliki celah pita energi 2,8 - 2,9 eV yang membuat material tersebut dapat bekerja pada cahaya tampak. Cahaya matahari yang sampai ke bumi 47% (40% cahaya tampak dan 7% cahaya UV). Cahaya tampak dan UV dapat digunakan untuk mengaktifkan fotokatalis ZnO:Ag, ZnO:Co, ZnO:N atau ZnO:Al. Pada malam hari fotokatalis lapisan tipis ZnO:Ag, ZnO:Co, ZnO:N atau ZnO:Al dapat menggunakan lampu biasa.

 

Selamat untuk tim DESPER telah berhasil membanggakan Almamater dan Departeman Fisika UNDIP. Semoga bisa terus berkarya untuk bangsa Indonesia dan menjadi contoh yang baik untuk generasi muda Indonesia.

lomba fisika