Selamat kepada mahasiswa Fisika UNDIP meraih Juara 1 Pimnas 29 IPB 2016 Kategori Poster Genetika dengan penghargaan medali emas denga tim sebagai berikut Salsabila Naqiyah (Fisika 2013), (ketua tim), Oki Ade Putra (Fisika 2013), Lilia Rosalia Indah (Fisika 2013).

IMG_2714

IMG_2718 IMG_2732

Mahasiswa lainnya meraih juara 2 Pimnas 29 IPB 2016 kategori Presentasi dengan penghargaan medali pera yang diraih oleh Alfin Muhammad Habieb (Fisika 2013) (ketua tim), Adi Prasetyo (Fisika 2012), Ilham Alkian (Fisika 2014). Selamat buat bu Dr. Hendri Widiyandari, M.Si  sebagai pembimbing Pimnas yang sukses menghantarkan para mahasiswa Fisika.

Berikut ini ulasan tentang Genetika yang mampu meraih juara 1 kategori Poster.

Genetika (Genting Beton Estetika) yang Ramah Lingkungan Inovasi Dari Mahasiswa Fisika Undip

Genting, sebuah kata yang tidak asing lagi bagi seluruh masyarakat khususnya Indonesia. Pasalnya, genting merupakan kebutuhan primer manusia dalam kategori papan. Genting digunakan sebagai atap yang dapat melindungi isi rumah dari panas, dingin, hujan, angin dan pengaruh cuaca lainnya. Namun genting pada umumnya memiliki beberapa kelemahan diantaranya dapat meningkatkan suhu ruangan, harga yang relatif lebih mahal, serta tidak dapat melindungi penghuni rumah dari bahaya polusi udara.

Dari permasalahan tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta yang didanai Dikti tahun 2016 tercetuslah suatu inovasi oleh kelima mahasiswa Undip yakni Salsabila Naqiyah (Fisika), Oki Ade Putra (Fisika) , Lilia Rosalia Indah (Fisika) , Alfiyatur Rohmah (Kimia), dan  Nurrizka Kurniawati (Kimia) untuk menyelesaikan masalah lingkungan berupa GENETIKA (Genting Beton Estetika). Inovasi genting beton ramah lingkungan berbasis nano silika dan nano zeolit sebagai solusi mengatasi pencemaran lingkungan.

Silika adalah senyawa kimia dengan rumus molekul SiO2 (Silicon dioxide) yang dapat diperoleh dari silika mineral, nabati dan sintesis kristal. Dalam PKM ini, silika yang digunakan adalah silika nabati yang berasal dari limbah sekam padi. Menurut Thomas dan Jones (1970) dalam Lembang (1995), bahwa pada lapisan terluar dari sekam padi terkonsentrasi silika yang tinggi dengan tingkat porositas yang tinggi, ringan dan permukaan eksternal yang luas. Kandungan Silika (SiO2) dalam abu sekam padi adalah 94 – 96 %. Menurut (Nurmaulita, 2010) Silika yang terdapat pada abu sekam padi dapat bersifat reaktif (amorphous) yang memungkinkan silika bereaksi secara kimia dengan Ca(OH)2 atau kapur bebas hasil reaksi hidrasi semen dengan air, sehingga Silika hasil pengolahan sekam padi dapat digunakan sebagai campuran semen untuk meningkatkan fungsi kerja semen. Dan untuk meningkatkan reaktifitas, silika ini diubah menjadi ukuran nanometer (10-9 m). Selain itu zeolit dari alam yang diubah juga menjadi ukuran nano berfungsi sebagai material adsorben atau penyerap emisi gas berbahaya.

“Keunggulan dari genting ini adalah penyerap emisi gas sebagaimana fungsi dari zeolit, kedap air dan tahan bocor karena material genting kami tersusun oleh nanomaterial-nanomaterial yang berukuran sangat kecil dan sangat rapat sehingga tidak memungkinkan untuk air masuk, serta ramah lingkungan” jelas ketua tim Salsabila Naqiyah.

Harapannya dengan menggunakan Genetika atau genting beton pada daerah panas seperti Kota semarang dapat menekan konsumsi energi hingga 17% dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Sukses terus buat Jurusan Fisika UNDIP. 



Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *