Salah satu  mahasiswa Undip mengikuti program Summer School on Laser and Laser Application (SSOLLA) 2016 di Gwangju Institute of Science and Technology, Korea 4-8 Juli 2016 lalu. Ainul Ibnu Khotob mahasiswa jurusan Fisika angkatan 2012, menjadi satu dari tiga delegasi Indonesia dan satu-satunya dari Undip yang berkesempatan berkuliah selama sepekan di Korea.

SSOLLA 2016 diselenggarakan oleh Advanced Photonics Research Institute (APRI) GIST dalam bentuk kuliah singkat selama sepekan untuk memperkenalkan riset, teknologi dan aplikasi laser kepada para peserta. APRI adalah sebuah departemen di Gwangju Institute of Science and Technology (GIST) yang bergerak di bidang laser, optika, spektroskopi dan biosensor.

Sebagai program yang fully funded, semua kebutuhan peserta mulai dari biaya perjalanan internasional, konsumsi hingga akomodasi di tanggung oleh penyelenggara. Selama program, para peserta ditempatkan dalam asrama (dormitory) kampus.

Program tersebut diikuti oleh 30 peserta dari 10 negara di Asia yang merupakan gabungan dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Undergraduate hingga Ph.D. Materi yang diberikan selama program yakni terkait laser safety serta kajian riset terbaru dan berbagai pemanfaatan laser di bidang medis, industri, elektronika hingga militer. Para peserta juga melakukan sesi eksperimen baik individu maupun grup di laboratorium dan didampingi oleh mahasiswa master/peneliti di GIST. Dan sebagai penutup program, para peserta diajak mengikuti lab tour ke berbagai laboratorium dan excursionuntuk mengunjungi Asian Culture Center di Gwangju Downtown.

“Berpartisipasi dalam SSOLLA 2016 menjadi pengalaman yang sangat berharga, karena saya memperoleh banyak ilmu baru terkait bidang laser yang kebetulan juga merupakan topik Tugas Akhir (TA) yang sedang saya kerjakan. Selain itu interaksi dan sharing dengan peserta dari negara lain yang bahkan berbeda jenjang, juga memberikan banyak sekali inspirasi.” Ujarnya

Bagi Ainul Ibnu Khotob, SSOLLA menjadi pengalaman keduanya dalam mengikuti program kuliah intensif internasional. Sebelumnya, ia bersama dua mahasiswa fisika lainnya Fauziah Rahmi dan Alfatihatuz Zulfa Zain juga menjadi delegasi Undip dalam 2nd ASEAN School on Plasma and Nuclear Physics (ASPNF) di Thailand, bulan januari lalu.

ainul1

ainul2



Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *