Panasbumi merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan sangat besar potensinya di Indonesia, diasumsikan sebesar 27832 MWe. Namun, ironisnya, energi ini belum dimanfaatkan secara optimal, diasumsikan sebesar 6% saja yang sudah dimanfaatkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya SDM yang berkompeten dan kurangnya dukungan pemerintah untuk mengembangkan energi Panasbumi. Untuk mengatasi salah satu penyebab tersebut, Kelompok Studi Geofisika Universitas Diponegoro, yang selanjutnya disingkat KSGF Undip, mengadakan kegiatan mengenai peranan Geofisika dalam eksplorasi energi Panasbumi. Acara ini berbentuk kursus singkat dengan nama HAGI Guest Lecture: Eksplorasi Panasbumi dan Pemantauan Reservoar Panasbumi dengan Metode Geofisika (Metode Magnetotelurik dan Metode MicroEarthquake). Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 November 2015 bertempat di Lantai 1 Gedung Pusat Penelitian Geotermal dan Geofisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia Regional Jawa Tengah – DIY serta didukung oleh Himpunan Ahli Geofisika Indonesia dan Pertamina.

“Belajar tentang energi ini memang sangat menarik, karena Panasbumi merupakan salah satu kekayaan besar yang dimiliki Indonesia namun belum banyak dipakai dan dimanfaatkan. Kami sebagai mahasiswa pun tergugah untuk ikut andil dalam upaya penyelesaian masalah energi ini. Maka, kami berinisiatif mengadakan acara ini sebagai fasilitas pembelajaran bagi teman – teman,” ujar Ketua Divisi Akademik KSGF Undip, Brandan Tito Ramadhan Sabtu (28/10/15).

Materi yang dibahas dalam kursus singkat ini ialah mengenai metode – metode Geofisika yang digunakan dalam dunia Panasbumi, yaitu metode Magnetotelurik dan metode Micro Earthquake (MEQ). Metode Magnetotelurik merupakan metode geofisika yang biasa digunakan dalam survei pendahuluan untuk melihat potensi panasbumi berdasarkan struktur tahanan jenis bawah permukaan tanah. Sedangkan, MEQ adalah metode yang dapat digunakan untuk memantau reservoar Panasbumi.

Materi pertama, yaitu metode Magnetotelurik, dibawakan oleh salah satu ahli metode ini di Indonesia, yaitu Dr. Eng. Djedi Setyo Widarto dari Pertamina. Materi yang dibawakan beliau diawali dengan pendahuluan ilmu listrik magnet itu sendiri dan metode – metode Geofisika lainnya. Tak hanya teori yang dijelaskan, pembahasan lain yang dijelaskan oleh Bapak Djedi adalah bagaimana cara kita sebagai geofisikawan dalam mengakuisisi data di lapangan dan apa – apa saja yang perlu diperhatikan dalam tahap akuisisi data ini. Lalu, dilanjutkan dengan bagaimana cara mengolah data (pengenalan software yang digunakan) serta dilengkapi pula dengan contoh – contoh studi kasus mengenai eksplorasi panasbumi menggunakan metode MT sehingga peserta semakin mudah dalam memahami materi. Materi ini diterima dan direspon dengan cukup antusias oleh para peserta, beberapa mahasiswa pun bertanya kepada pemateri untuk lebih memahami metode ini.

Materi kedua, yaitu metode MEQ, dibawakan oleh Akhmad Fanani Akbar, ST, MT dari Teknik Panas Bumi Institut Teknologi Bandung. Materi yang dibawakan oleh beliau juga tak jauh beda dengan pemateri sebelumnya, yaitu diawali dengan teori pendahuluan mengenai gelombang dan metode ini. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pengolahan data dan studi kasus dalam metode ini. Materi menjadi lebih menarik karena pak Fanani juga mengajarkan simulasi perangkat lunak yang biasa dipakai dalam metode ini. Materi kedua ini juga tidak kalah ramai dan diterima begitu antusias oleh para peserta.

“Alhamdulillah acara ini diisi langsung oleh para ahli di bidangnya, sehingga materi yang disampaikan begitu maksimal dan peserta juga begitu antusias dalam mengikuti acara ini,” lanjut Brandan.

Acara ini diakhiri oleh pemberian memento pada masing – masing pembicara dan juga kepada HAGI yang telah membantu keberlangsungan acara ini. Acara ini pun turut dihadiri oleh mahasiswa dari luar Universitas Diponegoro, diantaranya: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Negeri Semarang. Semoga acara ini dapat rutin diadakan dan semakin berkembang untuk memberikan pengetahuan mengenai energi terbarukan untuk Indonesia Mandiri.



Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *