Inspirasi Desember 2015, Gigih Berusaha, Singgih Kejar Cita-cita

Singgih Wibowo, alumni mahasiswa S1 fisika UNDIP angkatan 2010 berhasil lolos seleksi beasiswa LPDP. Pria yang lahir di Batang, 21 Februari 1991 ini telah mengikuti seleksi bersama dengan calon yang lain, putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta yang lolos administrasi sebanyak 2830 orang pada sesi bulan November. Proses seleksi LPDP sendiri ada empat kali setiap tahun dan sesi November adalah sesi keempat atau akhir tahun. Semua peserta diseleksi lagi pada sesi wawancara, essay writing on the spot, dan Leaderless Group Discussion (LGD). Sebelum sampai tahap ini, dia akan menceritakan tentang pengalaman selama kuliah dan memperoleh beasiswa LPDP. Berikut adalah sepenggal kisah yang diambil dari essay – essay LPDP nya.


“Saya adalah mahasiswa dari keluarga yang sangat sederhana. Ayah saya adalah sopir angkot dan ibu adalah ibu rumah tangga biasa. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Penghasilan keluarga kami hanya cukup untuk keperluan sehari –hari. Bulan ketiga saya kuliah saya tidak dikirimi uang oleh orang tua saya, sehingga saya harus mencari uang tambahan dengan menjadi tentor atau guru bimbingan belajar dan penjaga toko. Alhamdulillah, dari situ saya mendapat penghasilan untuk keperluan sehari –hari. Saya harus menjaga toko setelah saya pulang kuliah sekitar pukul lima sore. Kemudian dilanjut dengan menjadi guru les privat dan kadang pulang sampai dini hari. Kegiatan di dalam kampus pun tidak kalah ramainya, saya mengikuti tiga organisasi waktu itu yaitu Himpunan Mahasiswa Fisika jabatan tertinggi sebagai kepala bidang KESMA, pada organisasi Research Incubator Center (RIC) jabatan tertinggi sebagai kepala departemen Edukasi dan Nano Sains Forum (NASAFOR) sebagai ketua, cerita singkat singgih kepada kita.
Tiga semester awal, IPKnya jauh dibawah standar dan sangat ketinggalan dibanding teman – teman saya. Menyadari hal tersebut dia memutuskan untuk mengurangi pekerjaan diluar kampus dan ikut riset bersama kakak angkatan. Pada masa-masa tersebut dia mencoba untuk setidaknya memberi prestasi selama kuliah yaitu dengan ikut lomba – lomba. Dia berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa dengan tema teknologi plasma dan dibimbing oleh Bapak Zaenul Muhlisin, M.Si. Tahun selanjutnya mulai menyukai ilmu material dan masuk ke Laboratorium Fisika Material. Dia kembali lolos bahkan sampai final Science Project Pertamina pertama kali dan juga sebagai pemenang poster terbaik. Pada lomba ini saya mengembangkan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) yang dibimbing oleh Bapak Dr. Agus Subagio, M.Si. Setelah itu, saya tertarik untuk mengembangkan material fotokatalis untuk aplikasi penjernihan air. Penelitian terakhir ini saya terus kembangkan sampai saya lulus sarjana. Mulai tahun 2013, saya dipercaya menjadi asisten peneliti pada proyek – proyek fotokatalis ini sampai sekarang dengan pembimbing Bapak Dr. Heri Sutanto, M.Si. Selain melakukan penelitian saya juga ikut andil dalam penulisan jurnal ilmiah, yang sekarang sudah terbit adalah di Jurnal terakreditasi REAKTOR, Berkala Fisika serta jurnal internasional yang saat ini masih berstatus under review. Selain itu juga pernah mengikuti konferensi sebagai pemakalah antara lain di Conference of Indonesian Student Association in South Korea (CISAK), Daejeon, Korea Selatan; 1st Diponegoro Physics Conference; 2nd International Conference of Chemical and Materials Engineering; dan The 6th Nanoscience and Nanotechnology Symposium. Alhamdulillah justru dengan aktif di Laboratorium lebih banyak pengalaman dan dapat meningkatkan nilai jauh lebih cepat.
Lanjut setelah lulus dia memang bercita – cita untuk melanjutkan studi di luar negeri. Dia mencoba mencari Profesor yang bidang risetnya sama. Akhirnya menemukan yang paling cocok adalah di Metallurgy and Ceramic Science, Tokyo Institute of Technology (Mulai April 2016, dengan begabungnya bidang – bidang material menjadi satu departemen saja yaitu Materials Science and Engineering). Dengan bidang riset nantinya adalah pengembangan material lapisan tipis fotokatalis untuk separasi air menjadi hidrogen dan pengurangan CO2. Dia berhasil kontak email profesor tersebut dan menyatakan bahwa beliau sangat senang ada orang muda seperti Singgih tertarik dibidang tersebut dan mempersilahkan mendaftar di kampusnya. Karena biaya pendaftaran yang cukup mahal sekitar 30.000 Yen, dia berencana mendapatkan beasiswa dulu sebelum mendaftar. Target utama adalah mendapat beasiswa LPDP. Dia menyiapkan berkas untuk dilengkapi berkas –berkasnya termasuk surat rekomendasi dari Bapak Dr. Heri Sutanto, M.Si dan Bapak Dr. Eng. Eko Hidayanto (beliau adalah alumni Kyoto University). Pengumuman lolos administrasi, selanjutnya adalah mengikuti seleksi wawancara, essay writing dan LGD pada 18 November 2015 di Yogyakarta. Dan, Alhamdulillah, pada tanggal 10 Desember 2015 dia kembali dinyatakan lulus dan harus mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK. Pada kesempatan ini dia ingin mengucapkan terimakasih kepada guru–guru, dosen – dosen dan teman – teman semua. Semoga kalian yang ingin melanjutkan studinya juga dimudahkan dan diberi kelancaran. Kerjalah cita – cita kalian sampai dapat, ujar singgih.
Selamat buat Singgih Wibowo, LPDP Awardee, Materials Science and Engineering, School of Materials and Chemical Technology, Tokyo Institute of Technology, Japan