Baru-baru ini Dosen Fisika UNDIP yang tergabung dalam Badan Pengelola Training Centre UNDIP memberikan Training of Trainer (ToT) Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik 2 untuk Dosen Fisika Universitas Tadulako Palu tanggal 6 – 9 Oktober 2015. Kegiatan ini berjalan atas kerjasama UNDIP dengan BAPETEN yang dirintis setahun yang lalu. Dosen Fisika UNDIP yang memberikan training antara lain Zaenal Arifin,M.Si, Evi Setiawati, M.Si, Zaenul Muhlisin dan Very Richardina, M.Si. Mereka telah ditraining sebelumnya oleh BAPETEN pada Tahun 2014. Training ini memberikan fasilitas awal untuk menyediakan SDM Pelatih PPR, karena Petugas Proteksi Radiasi Medik 2 (Radiologi Diagnostik dan Intervensional) masih sangat dibutuhkan banyak di indonesia, dengan harapan mampu konsisten mengawal keselamatan, keamanan radiasi bagi pasien, pekerja radiasi dan masyarakat.Dosen Untad yang mengikuti pelatihan antara lain Dr. Darsikin, Yutdam Mudin, M.Si, Abd.Rahman, M.Si, Darmawati Darwis, Ph.D, Supriyatman, S.Si, M.Pd, M.Syahrul Ulum, Ph.D, Elisa Sesa, Ph.D, Sandra, S.Si.,MT., Dedy F.S.Si,MT, Maskur, S.Si,M.Sc, Badarudin, S.Si,M.Sc dan Siti Rugayya, S.Si., M.Sc. Semoga pelatihan bermanfaat dan menjadi semangat untuk mendirikan Lembaga Pelatihan PPR Medik 2.

IMG20151007093648 IMG20151007102153 IMG20151006151020 IMG20151009152519

Acara dibuka oleh Kepala Balai Diklat BAPETEN yang diwakili oleh Bapak Jessi dan dilanjutkan materi Perundang-undangan Ketenaganukliran oleh Ibu Supeni. Acara dilanjutkan pelatihan dengan memberikan pemahaman dan ketrampilan mengajar serta kemampuan menyusun bahan ajar materi antara lain Sistem manajemen & organisasi, Pengantar budaya keselamatan, Dasar fisika radiasi, Dasar proteksi radiasi, Dosimetri radiasi, Alat ukur radiasi, Efek biologi radiasi, Peraturan perUUan ketenaganukliran, Program  proteksi radiasi, Proteksi radiasi thd paparan kerja, Proteksi radiasi thd paparan medik, Penanganan keadaan darurat. Presentasi dan review bahan ajar melengkapi sesi hari terakhir pelatihan yang ditutup dengan evaluasi dan materi perizinan oleh Balai Diklat BAPETEN oleh Bapak Joni S Kadir dan Ibu Dyah Kusumaningtyas.



Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *